Tuesday, April 16, 2013

Pidato


Pengertian Pidato
Pidato merupakan salah satu wujud kegiatan kebahasaan lisan yang mementingkan ekspresi gagasan dan penalaran dengan menggunakan bahasa lisan yang didukung oleh aspek-aspek non kebahasaan, seperti ekspresi wajah, gesture atau bahasa tubuh, kontak pandangan dan bahasa nonverbal lainnya. Jadi, pidato adalah kegiatan menyampaikan gagasan secara lisan dengan menggunakan penalaran yang tepat serta memanfaatkan aspek kebahasaan yang mendukung efisiensi dan efektivitas pengungkapan gagasan kepada banyak orang dalam suatu acara tertentu. Oleh karena itu unsur-unsur yang berupa intonasi (tempo, tekanan, dan panjang pendek ucapan) gerak gerik dan mimik merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan komunikasi lisan.
Pidato adalah semacam cara penyampaian gagasan, ide-ide, tujuan, pikiran serta informasi dari pihak pembicara kepada banyak orang (audience) dengan cara lisan. Pidato juga bisa diartikan sebagai the art of persuasion, yaitu sebagai seni membujuk/mempengaruhi orang lain. Berpidato sangat erat hubungannya dengan retorika (rhetorica), yaitu seni menggunakan bahasa dengan efektif. Berpidato bukanlah suatu pekerjaan yang sederhana karena dalam berpidato menyangkut beberapa unsur penting seperti: pembicara, pendengar, persiapan, tujuan, isi pidato, serta teknik-teknik dan etika dalam berpidato. Pidato juga merupakan suatu ucapan dengan susunan yang baik untuk disampaikan kepada banyak orang.
Dengan demikian disimpulkan bahwa pidato adalah suatu ucapan dengan susunan yang baik untuk disampaikan kepada orang banyak. Oleh karena itu penggunaan kata-kata, intonasi (tempo, tekanan, dan panjang pendek ucapan), gerak-gerik, dan mimik harus diperhatikan.
Tujuan dari Berpidato
Adapun tujuan seseorang menyampaikan sesuatu secara lisan kepada orang banyak (pidato / berpidato ) adalah sebagai berikut :
·         Informatif, yaitu bertujuan untuk memberikan laporan, informasi, pengetahuan atau sesuatu yang menarik untuk orang lain / pendengar.
·         Persuasif dan instruktif, bertujuan untuk mempengaruhi, mendorong, meyakinkan dan mengajak pendengar untuk melakukan sesuatu hal dengan suka rela.
·         Edukatif, yaitu berupaya untuk menekankan pada aspek-aspek pendidikan.
·         Entertain, bertujuan memberikan penyegaran kepada pendengar dan membuat pendengar itu senang dan puas dengan pidato yang disampaikan.
Macam-Macam Pidato Berdasarkan Tujuannya
Berdasarkan tujuannya, secara umum pidato terbagi menjadi tiga macam, yaitu pidato persuasif, pidato informatif  atau instruktif, dan pidato rekreatif.
2.3.1        Pidato Persuasif
·         Bersifat mendorong atau mengajak.
·         Reaksi yang diinginkan adalah membangkitkan emosi, agar pendengar setuju meyakini dan mungkin membangkitkan timbulnya tindakan tertentu pada pendengarnya
2.3.2        Pidato Informatif atau Instruktif
·        Bersifat memberi tahukan atau mengabarkan.
·        Reaksi yang diinginkan adanya pengertian dan pemahaman pendengar atas suatu informasi.

2.3.3        Pidato Rekreatif
·         Bersifat menghibur
·         Reaksi yang diinginkan adalah terhiburnya pendengar sehingga munculnya suatu kegembiraan.

Metode-Metode yang Digunakan dalam Berpidato
Ketika seseorang menyampikan pidato, ada beberapa metode atau cara yang selalu digunakan tergantung situasi dan kondisi saat itu. Adapun metode atau cara yang digunakan dalam penyampain pidato sebagai berikut:
2.4.1        Metode Impromptu (serta merta)
Metode impromptu (serta merta) yaitu pembicaraan menggunakan cara spontanitas (improvisasi) biasanya digunakan untuk pidato yang sifatnya mendadak dan disajikan menurut kebutuhan saat itu.
·         Keuntungan metode impromptu :
(1)   lebih mengungkapkan perasaan pembicara. gagasan  ancer secara spontan
(2)   memungkinkan seseorang terus berpikir.
·         Kerugian metode impromptu :
(1)   menimbulkan kesimpulan yang mentah.
(2)   penyampaian pidato tidak  ancer.
(3)   gagasan yang disampaikan ngawur.
(4)   demam panggung

2.4.2        Metode Menghafal
Metode menghafal yaitu pembicara menggunakan teks yang telah dihafalkan sebelum menyampaikan pidato.
·         Keuntungan metode memoriter:
(1)   kata-kata dapat dipilih dengan sebaik-baiknya.
(2)   gerak dan isyarat dapat disesuaikan dengan uraian yang disampaikan.


·         Kerugian metode memoriter :
(1)   komunikasi dengan pendengar akan berkurang karena orang yang berpidato selalu berusaha untuk mengingat kata-kata.
(2)   waktu untuk berpidato cukup lama.
2.4.3        Metode Naskah
Metode naskah yaitu pembicara menyampaikan pidato dengan membaca naskah yang telah disampaikan sebelumnya.
·         Keuntungan metode naskah :
(1)   kata-kata dapat dipilih dengan sebaik-baiknya.
(2)   pernyataan dapat dihemat.
(3)   kefasihan bicara dapat dicapai.
(4)   isi yang disampaikan tidak ngawur.
(5)   naskahnya mudah dibawa.
·         Kerugian metode naskah :
(1)   komunikasi terhadap pendengar akan berkurang karena orang yang berpidato tidak berbicara langsung dengan pendengar.
(2)   orang yang berpidato tidak dapat melihat pendengar dengan baik.
(3)   pembuatan naskahnya lebih lama.
2.4.4        Metode Extemporan
Metode extemporan yaitu pembicara mempersiapkan teks dengan menulis pokok-pokok pikiran (kerangka pidato) lalu menguraikannya didepan khalayak ramai. Metode ini adalah metode yang terbaik.
·         Keuntungan metode ekstemporan :
(1)   komunikasi dengan pendengar akan lebih baik.
(2)   pesan yang disampaikan dapat diungkapkan secara terbuka.
·         Kerugian metode ekstemporan :
(1)   adanya kemungkinan menyimpang dari garis besar pidato yang disampaikan.
(2)   kefasihan dalam berbicara terhambat karena kesulitan memilih kata-kata.
(3)   Persiapan dalam berpidato.

Sistematika Pidato
Biasanya materi pidato, baik yang menggunakan naskah maupun tanpa naskah memiliki empat bagian, yaitu :
a.       Pendahuluan merupakan bagian terpenting dan memainkan peranan bagi pembicara, karena bagian ini memberikan kesan pertama bagi para audience. Ada beberapa cara yang dapat digunakan seorang pembicara untuk membuka pidatonya:
1.      dengan memperkenalkan diri; atau
2.      embuka pidato dengan humor; atau
3.      membuka pidato dengan pendahuluan secara umum.
b.      Isi, pada bagian ini pokok pembahasan ditampilkan dengan terlebih dahulu mengemukakan latar belakang permasalahannya. Pokok pembicaraan dikemukakan sedemikian rupa sehingga tampak jelas kaitannya dengan kepentingan para audience.
c.       Pembahasan, bagian ini merupakan kesatuan, yang berisi alasan-alasan yang mendukung hal-hal yang dikemukakan pada bagian isi. Pada bagian ini biasanya berisi berbagai hal tentang penjelasan, alasan-alasan, bukti-bukti yang mendukung, ilustrasi, angka-angka dan perbandingan, kontras-kontras, bagan-bagan, model, dan humor yang relevan.
d.      Penutup pidato
Penutup pidato ini terdiri atas bagian simpulan dan harapan-harapan.
1.      Simpulan
Sebuah teks pidato yang baik harus memuat sebuah kesimpulan. Kesimpulan tersebut dapat disampaikan langsung oleh orang yang berpidato (tersurat), dapat juga pendengar menafsirkannya sendiri (tersirat). Jika berpidato di hadapan anak-anak, umumnya simpulan disampaikan secara langsung sebagai penekanan isi pidato.
2.      Harapan-harapan
Dalam sebuah teks pidato, harapan-harapan dari orang yang berpidato pun sangat penting. Harapan-harapan ini berisi dampak positif yang diharapkan terjadi pada pendengar pidato setelah mendengarkan pidato yang disampaikan.
e.       Salam penutup
Biasanya salam penutup ini dibarengi dengan ucapan terima kasih, permohonan maaf, dan ditutup dengan salam penutup.

Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Berpidato
Kemampuan pidato sangat diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat, terutama bagi seorang pemimpin, tokoh masyarakat, dan para ahli. Buah pikiran, penemuan-penemuan, dan informasi akan mudah diterima apabila disampaikan melalui pidato yang baik. Kemahiran berpidato bukan saja menuntut penguasaan yang baik, melainkan juga menghendaki persyaratan lain, seperti:
(1) keberanian
(2) ketenangan menghadapi massa
(3) kecepatan bereaksi
(4) kesanggupan menyampaikan ide secara lancar dan sistematis.
Sebelum melakukan pidato, hal yang perlu diperlu diperlu diperhatikan adalah sebagai berikut :
1.      Jumlah pendengar
2.      Tujuan mereka berkumpul
3.      Adat kebiasaan mereka
4.      Acara lain
5.      Tempat pidato
6.      Usia pendengar
7.      Tingkat pendidikan pendengar
8.      Keterkaitan hubungan batin dengan pendengar
9.      Bahasa yang biasa digunakan.
Menurut Keraf (1980:317) ada tujuh langkah yang harus dipersiapkan dalam penyajian lisan, diantaranya:
(1)   menentukan maksud
(2)   menganalisis pendengar dan situasi
(3)   memilih dan menyempitkan topic
(4)   mengumpulkan bahan
(5)   membuat kerangka uraian
(6)   menguraikan secara mendetail
(7)   melatih dengan suara nyaring.
Dalam hubungannya dengan pembuatan kerangka dan pengembangan topic dapat digunakan beberapa model, misalnya:
(1)   urutan topik
(2)   aturan waktu
(3)   urutan tempat
(4)   urutan aspek
(5)   sebab akibat.
Sementara itu, secara umum sikap dan tata karma yang perlu mendapatkan perhatian ialah:
(1)   berpakaian yang bersih, rapi, sopan, dan tidak pamer.
(2)   rendah hati tetapi bukan rendah diri atau kurang percaya diri.
(3)   menggunakan kata-kata yang sopan, sapaan yang mantap dan bersahabat.
(4)   menyelipkan humor yang segar, sopan.
(5)   mengemukakan permohonan maaf pada akhir pidato.
Berikut adalah contoh pidato sebagai Pembina upacara bendera di Sekolah Dasar tentang kebersihan lingkungan sekolah :
Asslamu’alaikum wr.wb
Terimakasih atas kesempatan dan waktu yang diberikan kepada saya,
Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua. Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadiran  Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan limpahan rahmatnya yang diberikan kepada kita semua pada hari ini, sehingga kita bisa hadir dan berkumpul bersama-sama dalam keadaan sehat seperti sekarang ini.
Yang saya hormati Bapak Ibu guru dan staf pengajar lainya beserta bagian tata usaha serta semua siswa siswi yang saya cintai dan saya hormati, selamat pagi semuanya. Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan beberapa hal yang tentunya menjadi harapan kita bersama dalam rangka memajukan dan meningkatkan mutu serta kualitas sekolah, peserta didik, dan komponen-komponen lainnya yang ada di sekolah kita ini. Sekolah dapat dikatakan baik dan bagus tentunya tidak terlepas dari komponen-komponen yang ada pada sekolah tersebut, sebagai faktor pendukungnya. Salah satunya adalah seperti kualitas pendidik yang mendukung, sarana dan prasarana yang memadai, kedisiplinan, ketertiban di lingkungan sekolah, keamanan di lingkungan sekolah, kerapian dalam berpakaian, kebersihan dalam berpakaian dan lingkungan sekolah, tata krama dan lain sebagainya. Dari beberapa komponen tersebut yang menjadi pelakunya adalah kita semuanya yang berstatus sebagai pelaku pendidikan.
Nah, pada kesempatan ini dari beberapa kriteria yang saya sebutkan tadi, Saya akan menegaskan pada bagian kebersihan lingkungan sekolah kita, yang saya anggap perlu kita perhatikan bersama. Kebersihan lingkungan sekolah itu penting karena jika lingkungan sekolah kita itu bersih maka kita akan merasa nyaman untuk melakukan aktivitas kegiatan belajar mengajar kita dan kita akan jauh dari berbagai penyakit yang bisa ditimbulkan dari sampah-sampah yang berserakan di lingkungan sekolah kita. Untuk mewujukan lingkungan sekolah yang bersih memang tidak mudah, karena haruslah didukung oleh kemauan dan perhatian kita semua terhadap masalah tersebut. Saya mengajak kita semua yang hadir di sini untuk menjaga, dan memperhatikan masalah kebersihan lingkungan sekolah kita ini.
Kita bisa memulainya dengan konsep jagalah kebersihan, kalau sudah memakai barang ataupun sesuatau yang menimbulkan sampah, buanglah sampah tersebut pada tempatnya, bagi siswa-siswi semuanya yang kebetulan bertugas sebagai piket kelas, lakukanlah tugas kalian itu dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab dan kesadaran akan pentingnya kebersihan. Untuk lingkungan luar ruangan kelas, kantor, tata usaha, dan WC yang masih dalam lingkungan sekolah kita, kita bisa lakukan bersama-sama dengan melakukan piket bersama setiap hari sabtu siang. Piket bersama untuk sekolah kita ini bisa kita lakukan satu kali dalam seminggu. Kebersihan lingkungan sekolah kita hanya bisa terlaksana dengan baik, jika mendapatkan dukungan dari semua pihak dan orang-orang yang ada di sekolah kita ini.
Hanya itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan ini, akhir kata marilah kita bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan sekolah yang kita cintai ini. Mohon maaf jika ada kesalahan dan kata-kata yang menyinggung perasaan kita, dalam penyampaian saya tadi, selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua.
Wassalamu’alaikum wr.wb

No comments:

Post a Comment

Post a Comment